Rasakan Atmosfer yang Berbeda di Pasar Tradisional Terbesar Solo

0
0

SOLO – Tradisi dan budaya orang Indonesia tidak hanya menganggap pasar tradisional hanya lokasi berdagang para pedagang, tetapi adalah salah satu tempat yang memungkingkan masyarakat dapat berinteraksi dan bertemu satu dengan yang lainnya.

Di pasar ini juga, berbagai jenis perputaran ekonomi terbesar bagi masyarakat kalangan menengah kebawah. Terdapat berbagai macam jenis pasar yang terdapat di Indonesia dari pasar konvensional, pasar barang antik, pasar modern maupun pasar Digital.

Dari sekian banyak pasar di Kota Surakarta, Pasar Gedhe Harjonagoro adalah salah satu yang terbaik dan harus kalian kunjungi ketika ingin merasakan atmosfer penduduk lokal. Berada di Jalan Jendral Sudirman menuju Jalan Urip Sumohardjo kota Solo, Pasar Gede berdiri menjadi ruang interaksi sosial sekaligus “monumen sejarah” Surakarta.

Rasakan Atmosfer Yang Berbeda Dalam Pasar Tradisional Terbesar Di SoloSejak berdiri, Pasar ini menjadi pusat perdagangan antara masyarakat pribumi/lokal, China dan Belanda. Meski sempat mengalami beberapa kali pemugaran dan perbaikan, termasuk setelah sempat terbakar pada tahun awal 2000-an, Pasar Gede Harjonagoro akhirnya menjelma sebagai pasar  tradisional termegah di Solo degan ciri khas arsitektur masih dipertahankan baik di dalam maupun luar pasar.

Suasana riuh mulai terasa ketika kita berada di depan pintu masuk utama pasar ini. Berbeda dengan pasar tradisional yang terkenal dengan kesan kotor/kumuh, pasar gede ini menyajikan penataan kios stan yang bersih dan teratur sesuai dengan jenis barang dagangan para pedagang. Jarang kita temui orang berdagang diluar stan pedagang yang disediakan sehingga akses mobilitas di dalam pasar sangat terjaga.

Disini terdapat berbagai macam jenis dagangan yang ditawarkan para pedagangseperti makanan tradisional, sayuran, buah, daging, bahan bahan jamu dan sebagainnya. Keunikan lainnya disini adalah kehadiran para “mbok” yang menawarkan jasa gendong terhadap barang bawaan pengunjung. Dengan ciri khas kain “jarik” atau selendang, ibu-ibu ini menawarkan jasa mereka dengan kisaran upah mulai dari Rp.5000.

Rasakan Atmosfer Yang Berbeda Dalam Pasar Tradisional Terbesar Di SoloSelain berkeliling pasar merasakan interaksi lokal, berbagai macam makanan tradisional seperti Nasi Liwet dan Timlo wajib untuk dicoba. Selain itu, minuman seperti Gempol pleret mampu melepaskan dahaga ketika kita selesai berkeliling Pasar Gede ini.

Menjadi sebuah minuman yang diberi nama gempol pleret. Sajian gempol pleret ini bertambah nikmat dengan campuran bahan seperti sirup, santan dan diberi es.

Berada di pusat kota Surakarta, Pasar Gede menjadi salah satu ikon lain dari kota ini. Dengan segala sejarah, budaya dan tradisi yang melekat dari dahulu hingga sekarang. Pasar ini juga menjadi salah satu aset berharga bagi Kota Solo yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama.

Rasakan Atmosfer Yang Berbeda Dalam Pasar Tradisional Terbesar Di Solo

Tinggalkan Balasan